Kamis, 14 Oktober 2010

Definisi, Pengertian, Tugas & Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia / SDM - Ilmu Ekonomi Manajemen - Manajer MSDM


Definisi, Pengertian, Tugas & Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia / SDM - Ilmu Ekonomi Manajemen - Manajer MSDM
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.
Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :
1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection
a. Persiapan
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.
b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.
c. Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.
2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi.org ini.
http://www.organisasi.org/definisi_pengertian_tugas_fungsi_manajemen_sumber_daya_manusia_sdm_ilmu_ekonomi_manajemen_manajer_msdm

Sumber daya manusia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi.
Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Dalam bidang ilmu ini, terjadi sintesa antara ilmu manajemen dan psikologi. Mengingat struktur SDM dalam industri-organisasi dipelajari oleh ilmu manajemen, sementara manusia-nya sebagai subyek pelaku adalah bidang kajian ilmu psikologi.
Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka. [1]
http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia

Peranan Pendidikan Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia

Sejalan dengan pesatnya laju pembangunan, jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan yang cukup berarti. Melalui jalur pendidikan baik formal mulai dari pendidikan dasar, sekolah menengah snmpai dengan pendidikan tinggi, maupun non formal Pemerintah bertekad untuk membekali masyarakat (peserta didik) sehingga mampu hidup layak sebagai anggota masyarakat. Pembaharuan dan penyempurnaan di bidang pendidikan terus-menerus dilakukan, mencakup segi kualitas, relevansi, maupun pemerataan. Lebih Ianjut untuk mengatasi kesenjangan antara produk pendidikun dun kebutuhan tenaga kerja dunia industri telah dijalin berbagai bentuk kerjasama yung saling mendukung dan menguntungkan. Karena itu lembaga pendidikun dituntut untuk segera melakukan konsolidasi, di pihak lain dunia kerja/industri dituntut untuk lebih membuka diri.
Dengan demikian diharapkun upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam kaitannya dengan bidang pendidikan clan ketenagakerjaan dapat dicapai secara maksimal.
http://journal.um.ac.id/index.php/pendidikan-geografi/article/view/1913

Peranan Pendidikan Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia

Persoalan ketenagakerjaan selalu mendapat perhatian yang serius dari berbagai kalangan,  baik  pemerintah, swasta maupun dari masyarakat. Kompleksitas permasalahan ketenagakerjaan ini dapat dipandang sebagai suatu upaya masing-masing individu untuk memperoleh dan mempertahankan hak-hak kehidupan yang melekat pada manusia agar memenuhi kebutuhan demi kelangsungan hidup.
Tujuan pembangunan nasional, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan dan berdaya saing maju dan sejahtera dalam wadah negara kesatuan republik indonesia yang didukung oleh manusia yang sehat, mandiri dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Dari tujuan tersebut tercermin bahwa sebagai titik sentral pembangunan adalah pemberdayaan sumber daya manusia termasuk tenaga kerja, baik sebagai sasaran pembangunan maupun sebagai pelaku pembangunan. Dengan demikian, pembangunan ketenagakerjaan merupakan salah satu aspek pendukung keberhasilan pembangunan nasional. Di sisi lain, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan nasional tersebut, khususnya dibidang dibidang ketenagakerjaan, sehingga diperlukan kebijakan dan upaya dalam mengatasinya.
Sehubungan hal tersebut di atas pengembangan SDM di Indonesia dilakukan melalui tiga jalur utama, yaitu pendidikan, pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja.
Jalur pendidikan merupakan tulang punggung pengembangan SDM yang dimulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Sementara itu, jalur pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja merupakan jalur suplemen dan komplemen terhadap pendidikan.
Arah pembangunan SDM di indonesia ditujukan pada pengembangan kualitas SDM secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental, penguasaan ilmu dan teknologi, serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai oleh nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya. Dengan kata lain, pengembangan SDM di Indonesia meliputi pengembangan kecerdasan akal (IQ), kecerdasan sosial (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
Dalam rangka pengembangan SDM di indonesia, banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan pertama adalah jumlah penduduk yang besar, yaitu sekitar 216 juta jiwa. Tantangan kedua adalah luasnya wilayah indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dengan penyebaran penduduk yang tidak merata. Tantangan ketiga adalah mobilitas penduduk yang arus besarnya justru lebih banyak ke pulau Jawa dan ke kota-kota besar.
Berbagai tantangan seperti itu, memerlukan konsep, strategi dan kebijakan yang tepat agar pengembangan SDM di Indonesia dapat mencapai sasaran yang tepat secara efektif dan efisien. Hal ini penting dilakukan karena peningkatan kualitas SDM Indonesia tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di dalam maupun diluar negeri, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan penghasilan bagi masyarakat.
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=13054

FUNGSI PROMOSI DALAM PEMASARAN

A. Pengertian Promosi
Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahan yang bersangkutan. (Tjiptono, 2002:219). Secara garis besar, proses komunikasi pemasaran dapat dijelaskan dalam gambar 1.
Gambar 1: Model Komunikasi Pemasaran
(Tjiptono, 2002:219)
Terence A. Shimp (2000:6) menyebutkan bahwa kegiatan promosi terdiri dari semua kegiatan pemasaran yang mencoba terjadinya aksi pembelian suatu produk yang cepat atau terjadinya pembelian dalam waktu yang singkat.
B. Fungsi Promosi
Menurut Terence A. Shimp (2000:7) Promosi memiliki lima fungsi yang sangat penting bagi suatu perusahaan/lembaga. Kelima fungsi tersebut dijabarkan sebagai berikut:
1. Informing (Memberikan Informasi)
Promosi membuat konsumen sadar akan produk-produk baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra sebuah perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa. Promosi menampilkan peran informasi bernilai lainnya, baik untuk merek yang diiklankan maupun konsumennya, dengan mengajarkan manfaat-manfaat baru dari merek yang telah ada.
2. Persuading (Membujuk)
Media promosi atau iklan yang baik akan mampu mempersuasi pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang ditawarkan. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan primer, yakni menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori produk. Lebih sering, promosi berupaya untuk membangun permintaan sekunder, permingtaan bagi merek perusahaan yang spesifik.
3. Reminding (Mengingatkan)
Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. Saat kebutuhan muncul, yang berhubungan dengan produk dan jasa yang diiklankan, dampak promosi di masa lalu memungkinkan merek pengiklan hadir di benak konsumen. Periklanan lebih jauh didemonstrasikan untuk mempengaruhi pengalihan merek dengan mengingatkan para konsumen yang akhir-akhir ini belum membeli merek yang tersedia dan mengandung atribut-atribut yang menguntungkan.
4. Adding Value (Menambah nilai)
Terdapat tiga cara mendasar dimana perusahaan bisa memberi nilai tambah bagi penawaran-penawaran mereka, inovasi, penyempurnaan kualitas, atau mengubah persepsi konsumen. Ketiga komponen nilai tambah tersebut benar-benar independen. Promosi yang efektif menyebabkan merek dipandang lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergengsi, dan bisa lebih unggul dari tawaran pesaing.
5. Assisting (Mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan)
Periklanan merupakan salah satu alat promosi. Promosi membantu perwakilan penjualan. Iklan mengawasi proses penjualan produk-produk perusahaan dan memberikan pendahuluan yang bernilai bagi wiraniaga sebelum melakukan kontak personal dengan para pelanggan yang prospektif. Upaya, waktu, dan biaya periklanan dapat dihemat karena lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk memberi informasi kepada prospek tentang keistimewaan dan keunggulan produk jasa. Terlebih lagi, iklan melegitimasi atau membuat apa yang dinyatakan klaim oleh perwakilan penjual lebih kredibel.
Jika fungsi di atas ditujukan lebih kepada konsumen, maka sebenarnya fungsi promosi juga memiliki tujuan untuk memenangkan persaingan dengan kompetitor. Salah satu strategi memenangkan persaingan dalam dunia pemasaran atau promosi adalah menggunakan Public Relations dengan baik.
Prof. Philip Kotler (dalam Kartajaya, 1992:37) memberikan singkatan pada strategi penggunaan Public Relations ini dengan istilah P-E-N-C-I-L-S.
1. Publications (Publikasi)
Perusahaan dapat mengusahakan penerbitan-penerbitan tertentu untuk meningkatkan citra perusahaan.
2. Event (Kegiatan)
Event yang dirancang secara tepat dapat mencapai suatu tujuan public relations tertentu.
3. News (Pemberitaan)
Semua usaha dilakukan supaya aktivitas tertentu dari perusahaan menjadi bahan berita di media massa
4. Community Involvement (Kepedulian pada masyarakat)
Perusahaan berusaha ‘akrab’ dan ‘ramah’ dengan masyarakat di sekitarnya. Hal ini terutama perlu pada saat sebuah cabang suatu perusahaan didirikan di suatu daerah baru.
5. Identity Media (Penggunaan Media sebagai Identitas)
Semua stationery yang dipakai, mulai dari kartu nama, kertas, maupun amplop, harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan citra suatu perusahaan. Selain itu identity media juga dapat diterapkan pada sarana dan sarana/prasarana lain, seperti gedung, mobil pengangkut barang, dan lain sebagainya.
6. Lobbying (Mempengaruhi)
Kontak pribadi yang dilakukan secara informal untuk mencapai tujuan tertentu.
7. Social Investment (Investasi Sosial)
Perusahaan dapat ‘merebut’ hati masyarakat yang ditujunya dengan melakukan partisipasi sosial seperti pembangunan jembatan, masjid, taman, dan fasilitas umum lainnya.
C. Tujuan Promosi
Rossiter dan Percy (dalam Tjiptono, 2002:222) mengklasifikasikan tujuan promosi sebagai efek dari komunikasi sebagai berikut:
1. Menumbuhkan persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan (category need).
2. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen (brand awareness).
3. Mendorong pemilihan terhadap suatu produk (brand attitude).
4. Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk (brand purchase intention).
5. Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain (purchase facilitation).
6. Menanamkan citra produk dan perusahaan (positioning)
http://maroebeni.wordpress.com/2008/09/19/fungsi-promosi-dalam-pemasaran/

Promosi

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan.
Tujuan Promosi di antaranya adalah:
  1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
  2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit
  3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
  4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
  5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
  6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
Beberapa cara untuk melakukan promosi adalah:
  1. Melalui e-mail
  2. Melalui sms
  3. Melalui pembicaraan
  4. Melalui iklan
  5. dll
Contoh promosi antara lain:
  1. Pasang iklan di tv mengenai produk baru perusahaan X
  2. Kirim 5 sms, dapat 10 sms gratis ke semua operator
  3. Beli kaos kaki seharga Rp. 30.000,00 dapat 2 kaos kaki gratis
  4. Diskon 50% bagi produk tertentu di Department Store
  5. Beli coklat malam hari dapat segelas teh gratis
Bauran promosi adalah gabungan dari beberapa promosi dari satu produk sama agar promosinya dapat maksimal dan hasilnya memuaskan.
Hubungan promosi dengan penjualan yaitu promosi dapat meningkatkan angka penjualan. Pada umumnya setelah angka penjualan cukup tinggi, suatu badan produksi atau distributor akan mengurangi kegiatan promosi.
http://id.wikipedia.org/wiki/Promosi

cara Promosi

Konsep promosi paling sederhana dengan jalan mendatangi tempat-tempat keramaian terus berkembang, seiring dengan semakin tajamnya naluri pedagang. Sehingga, pada kesempatan-kesempatan keramaian apapun, seperti pertunjukan, kenduri dan pesta-pesta perkawinan, upacara-upacara kenegaraan atau keagamaan, kegiatan olehraga dan sebagainya, pedagang selalu muncul menjajakan dagangannya. Bahkan pada kasus-kasus ekstrim sebagai dampak persaingan ketat, lampu-lampu lalu lintas dijalan raya pun tidak luput dari aktivitas pedagang yang menawarkan produknya pada penumpang-penumpang kendaraan saat menunggu giliran lampu hijau.

Promosi dengan mendatangi tempat calon pelanggan, berkembang dengan berbagai variasi. Biar bagaimanapun, pasar memiliki keterbatasan, seperti misalnya dari segi waktu, aktivitas pasar mencapai puncak hanya pada pagi sampai siang hari. Selain itu, orang-orang yang sibuk banyak yang tidak sempat datang kepasar. Maka, pedagang-pedagang tertentu berinisiatif mendatangi calon konsumen, dengan jalan berkeliling masuk kampung keluar kampung, masuk komplek keluar komplek untuk menawarkan dagangannya.

Dengan demikian, konsumen, terutama di Indonesia, sebenarnya termanjakan dengan keadaan ini, karena kebutuhan apa pun bisa didapat dimana saja, baik dipasar maupun dirumah.
Pengusaha-pengusaha kelas menengah dan atas, dengan kemampuannya bisa mendirikan toko-toko besar, atau pusat-pusat perbelanjaan yang fungsinya sudah sama saja dengan pasar tradisional. Disini, sarana promosi sudah lebih ditingkatkan dengan adanya merek-merek dan billboard ukuran besar, dihiasi dengan lampu-lampu warna-warni yang menarik hati serta ditambah keramaian suara musik campur aduk menjadi satu. Brosur dan selebaran juga sudah lumrah digunakan, antara lain untuk memberitahukan program-program promosi berhadiah. Disektor penjualan barang-barang industri dan jasa, keadaan agak berbeda. Orang tidak membutuhkan toko, akan tetapi mendirikan kantor. Kantor tidak identik dengan sarana promosi, walaupun dalam skala lebih kecil, unsur itu ada. Kantor juga tidak perlu berada dipasar yang hiruk pikuk dengan keramaian. Pengusaha "kantoran" dalam berpromosi lebih banyak menggunakan sarana-sarana lain seperti pembuatan brosur, surat-surat perkenalan usaha, proposal, iklan dimedia masa dan sebagainya. Sebenarnya, ada suatu mekanisme promosi yang bisa dianggap paling ampuh dan paling jujur, diantara kesemua cara berpromosi yang ada. Mekanisme itu adalah promosi "dari mulut-kemulut". Yang dimaksud adalah, informasi tentang keberadaan suatu produk bermutu, beredar dari pembicaraan orang keorang lainnya secara beranting, sampai meliput suatu jumlah yang besar.

Dengan demikian, produk unggul tersebut dicari orang karena pergerakan informasi yang bergerak dengan sendirinya secara alami.
Promosi jenis ini, memang sangat ampuh, dan mempunyai beberapa manfaat sekaligus, yang tidak bisa didapat dari jenis promosi lainnya. Pertama, promosi tersebut bebas biaya alias gratis. Sebab, informasi berawal dari pembicaraan seorang pelanggan yang merasa puas dengan sebuah produk , lalu menyampaikannya secara sukarela kepada orang-orang lain. Orang lain pun, yang telah membuktikan kebenaran cerita itu, meceritakannya lagi kepada orang lain, demikian seterusnya, sehingga lama kelamaan berita tentang hadirnya produk dimaksud dengan segala keistimewaannya menyebar luas dikalangan masyarakat. Banyak contoh tentang keampuhan promosi gratis ini, misalnya di Jakarta pernah sangat populer sebuah warung nasi yang dikenal sebagai "Nasi uduk Cikini". Warung jalanan berukuran kecil tersebut amat terkenal kelezatannya, sehingga siang malam selalu dipenuhi pengunjung yang bahkan banyak diantaranya antri sambil berdiri. Pengunjungnya pun bukan hanya terdiri dari orang-orang kecil, akan tetapi banyak sekali orang-orang berpunya yang datang kesana mengendarai mobil-mewah. Hal yang sama juga dialami oleh beberapa usaha lainnya, seperti Es Teler `77, Bakmi Gang Kelinci, Sate Nyonya Cirebon, Ayam Berkah dan lain-lain. Bahkan, seorang penata rambut kondang, Rudy Hadisuwarno juga mengakui kehebatan promosi mulut kemulut yang pernah dialaminya sendiri waktu masih merintis usahanya, seperti yang diceritakannya pada buku otobiografinya. Apa rahasia dibalik promosi mulut kemulut, sampai mereka yang mengalaminya begitu diuntungkan tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun ? Tidak lain adalah mutu.

Mutu menentukan kepuasan dan kepuasan menentukan segalanya. Orang tidak keberatan membayar lebih demi mutu, rela mempromosikannya secara gratis keorang lain, bahkan rela antri menunggu giliran berlama-lama sekadar untuk menikmati sepiring nasi uduk dipinggir jalan. Dan promosi beranting ini merupakan jenis yang paling jujur, yang orang merasa pasti akan kebenarannya karena yang berbicara bukanlah sipenjual, melainkan pembeli. Maka tidak heran kalau pada beberapa restoran dan unit usaha lain, penulis sering menyaksikan adanya slogan ditempel didinding dengan tulisan : "Bila Anda puas, beritahu teman, kalau Anda tidak puas beritahu kami."
Fanatisme pelanggan yang telah amat mendalam, menyebabkan seseorang begitu setia dan mencintai produk bagai mencintai kekasihnya, sehingga rela membeli lebih mahal, rela mencari ditempat yang jauh serta rela menunggu lama sebelum mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kunci dari semua itu hanyalah mutu, dalam artian tinggi kualitas barangnya, memuaskan pelayanannya, lezat cita rasanya, menarik bentuk rupanya, terjamin kesehatannya serta segala macam istilah positif lainnya sesuai dengan jenis produk yang diperdagangkan. Satu hal yang perlu diingat oleh para usahawan, bahwa sebagaimana telah disinggung dibagian atas, promosi dari mulut kemulut adalah iklan yang paling jujur didunia ini. Suatu sarana promosi yang hanya mungkin diperoleh, apabila produsen juga jujur dalam menjaga mutu produknya. Mengacu kepada hal itu, maka dalam menyelenggarakan program-program promosi, apakah itu melalui media cetak seperti surat kabar, majalah, tabloid, atau media elektronik seperti televisi and radio, brosur, selebaran, billboard atau apa saja, mutu harus dijadikan landasan utama.

Sekali pelanggan kecewa akibat tidak sesuainya informasi yang disampaikan melalui program promosi dengan yang sebenarnya ada pada produknya sendiri, maka jangan harap masyarakat akan mau setia kepada produk tersebut, dan lebih jauh, jangan harap "citra produk" bisa terbentuk seperti produk-produk lain yang telah lebih dahulu sukses.

http://ceds.ui.or.id/forums/showthread.php?p=67